Text
Studi Efetifitas Antiretroviral Regimen Obat Kombinasi (Tenofovir/Lamivudin/EfaVirenz) BerdasarkanPeningkatan Kadar CD4 T-Limfosit : studi dilakukan pada pasien HIV/AIDS di Instalasi Rawat Jalan (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini yang menyebabkan penyakit yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan menginfeksi sel yang mempunyai molekul Cluster of Differentiation 4 (CD4). Kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan oleh Direktorat Jendral Communicable Disease Control (CDC) & Environmental Health (EH) Kemenkes RI secara kumulatif pada 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 sebanyak 150.296 kasus untuk HIV/AIDS 55.799 kasus, dan kematian akibat HIV/AIDS tercatat sebanyak 9.796 kasus. Pengobatan antiretroviral terbukti mempunyai peran yang bermakna dalam pencegahan penularan dan menghambat replikasi HIV, karena obat ARV ini memiliki mekanisme kerja mencegah replikasi virus secara bertahap menurunkan jumlah virus dalam darah. Penelitian ini bertujuan menganalisa efektifitas pemberian antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap / fixed dose combination dewasa (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 mg + Efavirenz 600 mg) pada pengobatan HIV/AIDS dengan melihat rerata prosentase peningkatan kadar CD4 T-Limfosit menggunakan parameter terukur yaitu hasil test kadar CD4 T-Limfosit selama pengobatan terapi antiretroviral Fixed Dose Combination periode (Januari 2014 – Desember 2015) di Instalasi Rawat Jalan (UPIPI) RSUD DR. Soetomo Surabaya.rnPenelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif selama 2 tahun (Januari 2014 – Desember 2015) pada pasien HIV/AIDS di Instalasi Rawat Jalan (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jumlah populasi pasien selama pengamatan sebanyak 611 pasien. Dari 611 pasien ini yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 52 pasien.rnDari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengobatan menggunakan antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap tetap / fixed dose combination dewasa pada pasien HIV/AIDS memiliki rerata prosentase peningkatan kadar CD4 T-Limfosit yang mengalami peningkatan selama terapi dilihat dari analisa statistik deskriptif yang memiliki perbedaan antara sebelum dan sesudah terapi antiretroviral, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi antiretroviral ini berhasil. Namun, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan sampel yang jumlahnya lebih banyak dan periode penelitian yang lebih panjang dari 2 tahun untuk mengetahui lebih lanjut efektivitas terapi antiretroviral regimen obat kombinasi dosis tetap tetap / fixed dose combination dewasa berdasarkan parameter kadar CD4 T-Limfosit.rn
Tidak tersedia versi lain