Text
Interaksi antar obat pada peresepan di klinik jantung dan klinik penyakit dalam rumah sakit muhammadiyah lamongan dengan menggunakan aplikasi medscape periode januari - desember 2014
Interaksi obat merupakan salah satu dari Drug Related Problems (DRPs) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui level interaksi obat di Klinik Jantung dan Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan periode Januari - Desember 2014 dengan menggunakan Aplikasi Medscape. Dengan manfaat memberikan informasi kepada Rumah Sakit tentang resiko terdapatnya kombinasi obat yang berpotensi menimbulkan efek interaksi obat yang berbahaya untuk pasien pada pengobatan polifarmasi. Data diambil dengan metode observasional cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif. Hasil analisa menurut Aplikasi Medscape Drug Interaction Checker, interaksi antar obat yang sering terjadi pada Klinik Jantung adalah Furosemide dengan Spironolactone sebanyak 44 kejadian dari 449 kejadian interaksi antar obat. Tingkat interaksi antar obat Klinik Jantung yaitu level major 11 kejadian (2,45%), level moderate 435 kejadian (96,88%), level minor 3 kejadian (0,67%). Dan interaksi antar obat yang sering terjadi pada Klinik Penyakit Dalam adalah Omeprazole dengan Chlordiazepoxide sebanyak 101 kejadian dari 548 kejadian interaksi antar obat. Tingkat interaksi antar obat Klinik Penyakit Dalam yaitu level major 17 kejadian (3,10%), level moderate 324 kejadian (59,12%), level minor 207 kejadian (37,77%). Saran untuk farmasis dapat meningkatkan pengetahuan tentang interaksi obat dan dapat mengaplikasikannya dalam pengkajian resep.
Tidak tersedia versi lain