Text
Studi efektivitas terapi oad metformin kombinasi glibenklamid dibandingkan metformin kombinasi glimepirid pada pasien diabetes mellitus tipe 2 : studi dilakukan di poli penyakit dalam rs bhayangkara H.S. Samsoeri mertojoso surabaya
Diabetes Mellitus adalah sekelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemi, gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, terkait dengan defisiensi sekresi insulin. Glukosa tidak dapat dikelola masuk ke dalam sel untuk dimanfaatkan sebagai energi.rnTujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi OAD Metformin kombinasi Glibenklamid dibandingkan Metformin kombinasi Glimepirid pada pasien DM tipe 2 poli penyakit dalam di RS Bhayangkara H. S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dengan parameter GDP dan GD2PP pre dan post terapi pada pasien DM tipe 2 setelah pengobatan selama 6 bulan pengamatan terhadap efek samping obat pada penggunaan obat tersebut.rnPenelitian dilakukan pada 24 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi, terbagi dalam 2 kelompok terapi Metformin kombinasi Glibenklamid (n=12) dan kelompok terapi Metformin kombinasi Glimepirid (n=12). Hasilnya didapatkan, kedua kelompok terapi mempunyai efektifitas yang berbeda dengan prosentase penurunan GDP pada Metformin kombinasi Glibenklamid sebesar 45,3% dan pada Metformin kombinasi Glimepirid sebesar 16%, sedangkan prosentase penurunan GD2PP pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glibenklamid sebesar 32,6% dan pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glimepirid sebesar 11,7%. Berdasarkan analisa statistik penurunan kadar GDP dan GD2PP antar 2 kelompok terapi diperoleh hasil ada perbedaan yang bermakna pada penurunan GDP dan GD2PP. Prevalensi ESO berupa gejala hipoglikemia sebanyak 5 orang (41,6%) pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glibenklamid dan 0 orang (0%) pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glimepirid. Sedangkan yang mengalami ESO berupa gangguan GI tract terdapat 3 orang (25%) pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glibenklamid dan 2 orang (16,7%) pada kelompok terapi Metformin kombinasi Glimepirid. Glibenklamid adalah OAD dengan masa kerja panjang sampai dengan 24 jam, sehingga lebih sering menyebabkan terjadinya hipoglikemi dari pada OAD golongan sulfonilurea dengan masa kerja pendek seperti Glimepirid yaitu 5 jam. Metformin menurunkan produksi glukosa di hati, dan tidak merangsang sekresi insulin. Disarankan agar dilakukan penelitian dengan waktu yang lebih dari 6 bulan dengan jumlah pasien lebih banyak dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas keamanan terapi kombinasi OAD dan agar terpantau kadar gula darah sampel dengan baik.rn
Tidak tersedia versi lain
https://dentiloquent.com/aldi-coleslaw-mix-crunchy-fresh-vegetables/