Text
Penetapan kadar vitamin C pada buah jambu biji merah dan putih (psidium guajava. L) melalui metode titrasi iodimetri
Jambu batu (Psidium guajava L.) atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah jambu biji dikenal mengandung banyak vitamin C.(Trubus, 1990). Untuk itu perlu dilakukannya analisa Vitamin C dengan menggunakan beberapa metode. Dengan pemilihan metode analisa yang tergantung pada kadar analit dan jenis sampelnya. Pada analisa ini ditentukan kadar vitamin C oleh sampel buah jambu biji merah dan putih (Psidiumguajava L.) dengan metode yang digunakanya itu metode iodimetri yaitu dengan metode titrasi menggunakan I2 0,0970 N dan indicator Amilum 1%. Alasan digunakan metode ini sebagai penentuan kadar vitamin C karena pelaksanaanya mudah dan cepat serta memiliki ketelitian dan ketepatan yang cukup tinggi. Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil 251,7 mg / 100 gram untuk buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan 294,9 mg / 100 gram untuk buah jambu biji putih (Psidium guajava L.). Dari hasil tersebut didapat bahwa buah jambu biji merah danputih (Psidiumguajava L.) memiliki kadar vitamin C yang relatif tinggi. rnKata kunci : kadar vitamin C pada buah jambu biji, Titrasi iodimetri, vitamin C.rn
Tidak tersedia versi lain