Text
Studi efektivitas terapi enalgesik kombinasi parasetamol dan kodein dibandingkan dengan parasetamol dan morfin pada pasien kanker serviks stadium III : penelitian dilakukan di IRNA obsgyn RSU Dr. Soetomo Surabaya
Nyeri merupakan keluhan utama pada penderita kanker serviks stadiumrnlanjut dan hal ini termasuk dalam nyeri kronik, sehingga terapi paliatif digunakanrnsebagai terapi pilihan. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadaprnefektivitas dan prevalensi efek samping obat terhadap terapi kombinasirnParasetamol 500mg dan Morfin 10mg (n=8) dibandingkan dengan Parasetamolrn500mg dan Kodein 10mg (n=16) pada pasien rawat inap dengan nyeri sedangrnsampai berat dengan diagnosa kanker serviks stadium III di IRNA Obsgyn RSUDrnDr. Soetomo Surabaya dengan pengukuran skala nyeri menggunakan parameterrnface pain scale yang menunjukkan tingkat nyeri sebelum dan sesudah pengobatan.rnPenelitian bersifat observasional cross section dengan pengumpulan datarnsecara prospektif selama 3 bulan yaitu pada Februari-April 2014 yang dibagirnmenjadi 2 kelompok terapi yaitu kelompok A terapi Parasetamol dan Morfinrndengan jumlah sampel 8 pasien dan kelompok B terapi Parasetamol dan Kodeinrndengan jumlah sampel 16 pasien.rnHasil dari penelitian berdasarkan prosentase penurunan skala nyerirnterhadap kedua kelompok terapi, kelompok kombinasi Parasetamol dan Kodein (41,7%) lebih baik dari kelompok terapi Parasetamol dan Morfin (34,5%) denganrnprosentase penurunan lebih besar walaupun perbedaannya hanya sedikit.rnSedangkan berdasarkan hasil analisa statistik ditunjukkan bahwa tidak adarnperbedaan yang bermakna (p > 0,05), artinya kedua terapi obat baik Parasetamolrndan Kodein maupun Parasetamol dan Morfin mempunyai efektivitas yang samarnkarena pada prinsipnya kedua obat tersebut bekerja di reseptor opioid padarnsusunan saraf pusat ditunjukkan dengan adanya penurunan tingkat skala nyeri.rnBerdasarkan prosentase efek samping obat (ESO) yang ditimbulkan olehrnkedua terapi tersebut, kombinasi Parasetamol dan Kodein mayoritas pasien yangrntidak mengalami ESO sebanyak 10 orang, efek mual sebanyak 2 orang danrnkonstipasi sebanyak 4 orang. Sedangkan pada terapi Parasetamol dan Morfinrnmayoritas pasien mengalami ESO yaitu 4 orang mengalami mual, 2 orangrnmengalami konstipasi dan yang tidak mengalami ESO sebanyak 2 orang.rnrnrn
Tidak tersedia versi lain