Text
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Tipe M/A Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Variasi Konsentrasi Emulgator Asam Strearat dan Trietanolamin
Didalam sinar matahari terkandung sinar UV yang dapat memicu terbentuknya radikal bebas dan berakibat dapat mempercepat penuaan dini sampai penyakit kanker kulit. Efek yang ditimbulkan tersebut dapat dicegah oleh antioksidan. Salah satu bahan alam yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung senyawa xanthone yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah manggis menjadi sediaan krim tipe m/a dengan menggunakan variasi konsentrasi asam stearat dan terietanolamin yaitu F I (10%:2%), F II (15%:3%), F III (20%:4%). Digunakan emulgator asam stearat dan trietanolamin karena kedua bahan tersebut akan membentuk suatu garam yaitu trietanolamin stearat yang dapat menghasilkan butiran halus sehingga membuat krim lebih stabil. Dari ketiga formula tersebut diharapkan dapat diperoleh sediaan krim dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin yang optimalrnPenelitian ini bersifat eksperimental. Parameter yang digunakan untuk pengujian stabilitas fisik diantaranya organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat krim. Dari kelima parameter tersebut diharapakan dapat diperoleh sediaan krim dengan tipe m/a yang optimal.rnHasil dari evaluasi krim diantaranya semua krim yang dibuat memiliki pH 6. Nilai tersebut memenuhi persyaratan pH kulit dan nilai tersebut tidak berubah selama masa penyimpanan. Daya sebar semakin menurun seiring dengan kenaikan prosentase asam stearat dan trietanolamin. Yang memenuhi persyaratan daya sebar adalah F III dengan hasil diameter sebar 6,53 cm. Untuk hasil dari daya lekat menunjukkan angka variatif dari 0,50 sampai 3,16 detik. Hasil ini masih belum memenuhi persyaratan daya lekat, namun formula krim yang paling mendekati persyaratan yaitu F III. Data dari uji daya sebar dan daya lekat yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode Anova satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dengan tujuan untuk mengetahui kestabilan krim selama penyimpanan 1 bulan. Hasil yang diperoleh untuk kestabilan krim, pada daya lekat ketiga formula memiliki perbedaan yang signifikan. Sementara pada uji daya sebar hanya FI yang memiliki perbedaan signifikan selama 1 bulan penyimpanan. rnDalam pembuatan krim, prosentase bahan krim akan mempengaruhi konsistensi krim yang dihasilkan. Konsentrasi basis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan krim memiliki tekstur yang padat, Selain itu, pada saat pembuatan basis krim diperlukan suhu yang sama pada saat pencampuran dan pengadukan dilakukan secara continue sehingga didapat krim yang benar-benar baik konsistensinya. Dari beberapa parameter yang telah diujikan dapat disimpulkan bahwa F III dengan perbandingan asam stearat 20% dan trietanolamin 4% memiliki hasil paling optimal.rn
Tidak tersedia versi lain