Text
Uji identifikasi pewarna rhodamin b pada kolang-kaling merah dengan metode kromatografi lapis tipis : studi dilakukan di wilayah kecamatan gedangan, sidoarjo-jawa timur
Rhodamin B merupakan suatu pewarna sintetik yang digunakan untuk pewarna tekstil, namun sering disalahgunakan untuk mewarnai produk makanan. Salah satu makanan yang biasa menggunakannya yaitu kolang-kaling merah. Dampak buruk Rhodamin B dapat menyebabkan keracunan, iritasi mata, saluran pencernaan, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati. rn Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode kualitatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pewarna sintetis Rhodamin B pada kolang-kaling merah di Wilayah Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Terdapat tujuh sampel pada penelitian ini yang terdiri dari lima sampel kolang-kaling tidak terdaftar BPOM dan dua sampel kolang-kaling terdaftar BPOM. rn Tahap pertama dilakukan pengujian organoleptis dengan hasil sampel non BPOM C dan E memiliki warna merah atau merah muda mencolok, bau yang bukan khas makanan, dan adanya gumpalan warna, sedangkan sampel lain tidak. Selanjutnya, dilakukan proses ekstraksi dan pengujian menggunakan metode KLT. Tahap berikutnya dilakukan pengujian secara visual dengan hasil sampel non BPOM C dan E berwarna merah pada plat KLT, sedangkan untuk sampel lainnya berwarna merah jingga. Pengamatan warna noda dibawah sinar UV 254 nm pada sampel Non BPOM C dan E diperoleh hasil warna noda merah muda berpendar, sedangkan sampel lainnya tidak berpendar. Guna memperkuat hasil penelitian dilakukan pengujian statistika pada nilai Rf yang didapat dengan hasil sampel non BPOM C dan E memiliki nilai Rf yang sama dengan baku pembanding. Hal ini menunjukkan bahwa sampel non BPOM C dan E positif mengandung Rhodamin B sedangkan sampel lain tidak.
Tidak tersedia versi lain