Text
Pengaruh linen bedah rekondisi terhadap shelf-life linen bedah steril di CSSD rumah sakit katolik st.vincentius a paulo surabaya (RKZ)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui shelf-life dari linen bedah rekondisi yang disterilkan dengan otoklaf dan disimpan di CSSD RSK St. Vincentius A Paulo (RKZ Surabaya). Setelah shelf-life diketahui data tersebut dipergunakan sebagai acuan untuk menentukan inventory stock. Validasi proses sterilisasi dengan menggunakan indikator fisika, kimia, dan biologi dilakukan untuk memastikan kinerja otoklaf berjalan dengan baik.rnUji sterilitas dilakukan dengan metode inokulasi langsung, yaitu dengan cotton swab pada sampel yang telah ditentukan. Untuk menjamin hasil uji sterilitas dilakukan beberapa kontrol, yang meliputi uji fertilitas, uji sterilitas, uji cairan pembasah, dan uji efektivitas LAFC. Uji fertilitas dilakukan untuk memastikan media yang dipergunakan dapat menumbuhkan mikroorganisme, sering disebut dengan kontrol positif. Uji sterilitas media dilakukan untuk memastikan media yang dipergunakan steril, sering disebut dengan kontrol negatif. Uji cairan pembasah dilakukan untuk memastikan cairan pembasah steril. Uji LAFC dilakukan sebelum dan pada saat uji sterilitas sampel, hal ini untuk memastikan LAFC efektif sebagai tempat melakukan uji sterilitas sampel. Uji sterilitas sampel dilakukan dengan membuat apusan pada sampel dengan cotton swab lalu ditanam pada media uji dan diinkubasi selama 14 hari, hasilnya dapat dikatakan steril jika tidak terjadi kekeruhan pada media uji dan sebaliknyarnDari penelitian ini didapatkan hasil kontrol yaitu: uji fertilitas menunjukkan hasil positif, uji sterilitas, uji cairan pembasah dan uji LAFC menunjukkan hasil negatif. Hasil uji sterilitas sampel yang dilakukan pada pengambilan hari ke 0, 3, 6, 9, dan 12 menunjukkan tidak terjadi kekeruhan pada media uji hingga hari ke 12, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian sampel selama masa penyimpanan 12 hari adalah steril. rn
Tidak tersedia versi lain