Text
Analisis Pengaruh berat dan waktu penyeduhan serbuk teh hitam wonosari terhadap kadar kafein dengan menggunakan metode spektrofotometri Ultraviolet
Teh merupakan minuman yang dikenal sebagai minuman dengan seribu khasiat menakjubkan, berasal dari pucuk tanaman teh (Camelia sinensis L) melalui proses pengolahan tertentu. Teh mengandung senyawa bermanfaat dan kurang bermanfaat bagi tubuh. Salah satu senyawa yang kurang bermanfaat untuk tubuh adalah kafein. Jika kafein dikonsumsi secara berlebihan yaitu lebih dari 150 mg/hari maka akan menimbulkan beberapa efek samping seperti aritmia, nyeri dada, debaran jantung, takikardia, halusinasi, pusing, sakit kepala, insomnia, mudah marah.rnTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berat dan waktu penyeduhan optimal terhadap kadar kafein dari serbuk teh hitam wonosari. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut kloroform dan penambahan CaCO3. Analisis kadar kafein menggunakan metode spektrofotometri UV dengan pelarut akuades pada panjang gelombang 275 nm. Sampel yang digunakan adalah serbuk teh hitam wonosari dengan variasi berat satu sendok teh dan satu sendok makan dengan waktu penyeduhan 10, 15, 20, 25, dan 30 menit.rnDari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kafein meningkat seiring dengan bertambahnya waktu penyeduhan. Namun, menurun pada menit ke 25 dan 30. Berat serbuk teh yang digunakan berpengaruh terhadap kadar kafein yang dihasilkan. Berat dan waktu penyeduhan optimal dari serbuk teh hitam wonosari yaitu satu sendok teh dengan waktu penyeduhan 20 menit. Menurut Surat Keputusan Kepala Badan POM No. HK.00.05.23.3644 tahun 2004 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan, menyatakan bahwa batas konsumsi kafein maksimum adalah 150 mg/hari dibagi minimal dalam 3 dosis, jadi batas konsumsi kafein dalam serbuk teh hitam dalam satu kali konsumsi adalah 50 mg.rn
Tidak tersedia versi lain