Text
interaksi antar obat pada peresepan polifarmasi dengan menggunakan aplikasi medscape periode juli-desember 2015 : studi dilakukan di poli jantung RSUD dr. Mohammad soewandhie surabaya
Interaksi obat adalah dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yangrnsama dapat berubah efeknya secara tidak langsung atau dapat berinteraksi.rnInteraksi bisa bersifat potensiasi atau antagonis efek satu obat oleh obat lainnya,rnatau beberapa efek lainnya. Interaksi obat terjadi ketika efek suatu obat yangrndikonsumsi diubah oleh adanya obat lain, jamu, makanan, minuman, atau olehrnbeberapa agen kimia lainnya. Salah satu penyebab terjadinya interaksi obat yaiturnadanya resep polifarmasi atau pemberian obat lebih dari 5 macam obat padarnpasien yang sama.rn Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola mekanismerninteraksi obat, mengetahui prevalensi obat-obat yang sering berinteraksi, danrnmengetahui tingkat keparahan interaksi obat di Klinik Jantung RSUD drrnMohamad Soewandhie Surabaya. Metode penelitian ini bersifat observasionalrndeskriptif dengan pendekatan secara retrospektif, dengan menggunakan aplikasirnMedscape Drug Interaction Checker. Dilakukan pengamatan selama 4 bulanrn(Februari – Mei 2015). Sampel yang digunakan adalah resep polifarmasi pada polirnJantung di RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya periode Juli – Desemberrn2015. rnDari hasil penelitian diperoleh 3008 resep polifarmasi, jumlah obatrnterbanyak dalam satu resep yaitu 5 macam obat sebanyak 1553 lembar resep. Darirn3008 resep terdapat 15746 lembar resep dengan pola mekanisme interaksirnFarmakokinetik sebanyak 260 kejadian (1,65%) dan interaksi Farmakodinamikrnsebanyak 15486 kejadian (98,35%). Prevalensi obat-obat yang sering berinteraksirnyaitu Acetosal dengan Bisoprolol sebanyak 1262 kejadian interaksi danrnFurosemid dengan Spironolacton sebanyak 1056 kejadian. Tingkat keparahanrninteraksi obat didapatkan hasil pada Level Minor sebanyak 219 kejadian (1,39%),rnLevel Moderate sebanyak 14268 kejadian (90,62%), dan Level Major sebanyakrn1259 kejadian (7,99%). rnPerlu ditingkatkan komunikasi antara apoteker dengan dokter dalamrnmenentukan terapi untuk mencegah terjadinya interaksi obat dan penatalaksanaanrninteraksi obat dengan menghindari kombinasi obat yang berinteraksi, penyesuaianrndosis obat, pengaturan cara pemakaian, pemantauan pasien atau meneruskanrnpengobatan seperti sebelumnya apabila kombinasi obat yang berinteraksi tersebutrnmerupakan pengobatan yang optimal atau apabila interaksi tidak bermakna klinis.rn
Tidak tersedia versi lain