Text
Pengaruh Lama Waktu Penyeduhan Terhadap Persentase Peredaman Teh Putih (Camellia sinensis L) Dengan DPPH (2,2-difenil-I-pikrilhidrazil) Menggunakan Metode Spektrofotometri Visibel
Teh adalah suatu produk yang dibuat dari daun muda (pucuk daun) dari tanaman teh Camellia sinensis L. Teh putih merupakan jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi sama sekali. Teh putih memiliki antioksidan terbesar dibandingkan dengan jenis teh lainnya. rnTujuan penelitian ini untuk mengetahui teh putih memiliki aktivitas antioksidan dan terdapat pengaruh persentase peredaman pada penyeduhan yang berbeda pada suhu 700C. Pada penelitian ini digunakan metode penyeduhan untuk pengujian aktivitas antioksidan pada teh putih dengan menggunakan spektrofotometri Vis yang dibedakan dari lama waktu penyeduhan. rnPenentuan panjang gelombang maksimum larutan DPPH didapatkan absorbansi 0,916 pada panjang gelombang 515 nm. Hasil seduhan simplisia daun teh putih didapatkan nilai persentase peredaman pada penyeduhan 3 menit replikasi I = 84,10%; replikasi II = 83,10%; replikasi III = 82,09% , penyeduhan 9 menit replikasi I = 84,50%; replikasi II = 84,50%; replikasi III = 84,10%, sedangkan pada penyeduhan 12 menit replikasi I = 83,90%; replikasi II = 83,71%; replikasi III = 82,90%. Dari hasil persentase peredaman didapatkan nilai Standart Deviasi (SD) dan RSD pada waktu penyeduhan 3 menit SD = 1,0050 dan RSD = 1,20% ; 9 menit SD = 0.2310 dan RSD = 0,27% ; penyeduhan 12 menit SD = 0,5310 dan RSD = 0,63%. rnDari hasil penelitian pengaruh persentase peredaman dari tiga waktu penyeduhan tidak terdapat pengaruh persentase peredaman dilihat dari hasil uji statistic Anova One Way. rn
Tidak tersedia versi lain